Fana fatamorgana semua terasa ada dan
nyata.
Tuhan menciptakan alam ini dgn multi
dimensi dan keterikatan.
Maka peran dunia ini adalah mencukupi
segala mahkluknya yang berada didalamnya kecuali kaum tamak.
Karena malas mengenal ‘Tuhan’nya, akan
pasti lemah akan ketentuan yang hak, maka dengan itu mereka lupa akan kebenaran
sebenarnya.
Manusia adalah mahkluk berakal, yang dapat
digunakan sebagai penyelamat alam juga bisa membeda akan baik & buruk.
Kontra fungsi ciptaan Tuhan mereka gunakan
sebagai pembenaran akan nafsu sesaatnya, hingga yang terkuat dan berkedudukan
akan selalu menang serta pastinya selallu dibenarkan.
Esensi dalam sejarah itu memang akan
selalu berputar dengan tokoh yang berbeda. Maka setiap peradaban takakan lekang
dengan penindasan, baik itu dilakukan dengan jelas (fisik) maupun dengan
bisikan (doktrinasi ideologi, konspirasi dan kepercayaan).
Kondisi terlemah manusia adalah saat
dimana hilangnya penghargaan dan beban hidup yang semangkin menjerat. Hingga
harga diri dan keyakinanpun dapat dikorbankan. Modernisasi dan Budaya seakan membentuk
blok-blok indifidualis, dalam symbol-simbol kasta sebenarnya.
Mereka dibuat dalam buaian kesadaran
illusi, maka dalam kesadarannya mereka menangis karena kosong.
Ilmu bersama Amal adalah perisai / alat
untukmu dalam kebenaran atas bekal kehidupan sebenarnya.
Fatamorgana kini melatihmu dalam keimanan
dalam menuju keyakinan, maka jika nafasmu berhenti kebenaran itu akan
dipertontonkan.
Sang kuasa mencipta dalam kebesarannya,
maka dunia adalah pilihan-pilihan perhiasannya dalam berbagai rupa.
“Maka akan datang masa Pemimpin Terakhir
dimana ia akan menegakkan keadilan dan kebenaran, sebagaimana (sebelumnya)
telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keserakahan (detik Akhir Dunia)”.
Pada masa itu mereka diberi kenikmatan
dengan kenikmatan yang tidak pernah mereka dapatkan.
Allahualam bissawab..
“Mr.Q”
No comments:
Post a Comment