Saturday, July 7, 2018

BAYANG HIDUP


 
Fana fatamorgana semua terasa ada dan nyata.
Tuhan menciptakan alam ini dgn multi dimensi dan keterikatan.
Maka peran dunia ini adalah mencukupi segala mahkluknya yang berada didalamnya kecuali kaum tamak.

Karena malas mengenal ‘Tuhan’nya, akan pasti lemah akan ketentuan yang hak, maka dengan itu mereka lupa akan kebenaran sebenarnya.

Manusia adalah mahkluk berakal, yang dapat digunakan sebagai penyelamat alam juga bisa membeda akan baik & buruk.

Kontra fungsi ciptaan Tuhan mereka gunakan sebagai pembenaran akan nafsu sesaatnya, hingga yang terkuat dan berkedudukan akan selalu menang serta pastinya selallu dibenarkan.

Esensi dalam sejarah itu memang akan selalu berputar dengan tokoh yang berbeda. Maka setiap peradaban takakan lekang dengan penindasan, baik itu dilakukan dengan jelas (fisik) maupun dengan bisikan (doktrinasi ideologi, konspirasi dan kepercayaan).

Kondisi terlemah manusia adalah saat dimana hilangnya penghargaan dan beban hidup yang semangkin menjerat. Hingga harga diri dan keyakinanpun dapat dikorbankan. Modernisasi dan Budaya seakan membentuk blok-blok indifidualis, dalam symbol-simbol kasta sebenarnya.

Mereka dibuat dalam buaian kesadaran illusi, maka dalam kesadarannya mereka menangis karena kosong.
Ilmu bersama Amal adalah perisai / alat untukmu dalam kebenaran atas bekal kehidupan sebenarnya.
Fatamorgana kini melatihmu dalam keimanan dalam menuju keyakinan, maka jika nafasmu berhenti kebenaran itu akan dipertontonkan.

Sang kuasa mencipta dalam kebesarannya, maka dunia adalah pilihan-pilihan perhiasannya dalam berbagai rupa.
“Maka akan datang masa Pemimpin Terakhir dimana ia akan menegakkan keadilan dan kebenaran, sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keserakahan (detik Akhir Dunia)”.
Pada masa itu mereka diberi kenikmatan dengan kenikmatan yang tidak pernah mereka dapatkan.
Allahualam bissawab..

“Mr.Q”

No comments:

Post a Comment