Saturday, July 7, 2018

Ingatlah Allah (Dzikrullah)



Dalam hidup setiap Manusia mengalami ketakutan, kegundahan ataupun kegalauan dalam hidup sehari-hari. Pada tingkat paling sulit dan gawat, orang akan mengalami stress, depresi atau bahkan sampai mengalami ganguan jiwa. Sebetulnya, kegalauan, stres, depresi, dan gangguan kejiwaan yang menyebabkan hidup terasa sempit itu disebabkan oleh: pelalaian, mengesampingkan zikir, mengingat Allah.

Dan barangsiapa berpaling dari mengingat-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta“. (QS. Thaha [20]: 124).

Lalu, apa yang harus kita lakukan jika kita mengalami bermacam kegalauan hidup tersebut.
Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. al-Ra’d [13]: 28)

Al-Quran memberi resep menghadapi rasa galau, stress, depresi, dan gangguan jiwa adalah: zikir. Apakah zikir itu? Dalam al-Quran, kata dzikr terulang lebih dari 250 kali berikut turunan katanya. Secara harfiah, dzikr berarti “mengingat”. Sedangkan secara istilah, dzikr bermakna: upaya mengingat Allah dengan ungkapan-ungkapan tertentu, dilakukan secara berulang-ulang. Menariknya, Allah memerintahkan zikir sebanyak-banyaknya dan dalam kondisi apa pun.

Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya” (QS. Al-Ahzab [33]: 41)

Ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk, dan di waktu berbaring “ (QS. Al-Nisa [3]: 103)

Manfaat zikir. Pertama, mendekatkan diri pada Allah. Allah berjanji dalam al-Quran:
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. (QS. al-Baqarah [2]: 152)

Dalam hadits qudsi, yang masyhur di kalangan sufi, Allah pun menyebutkan,”Aku adalah pendamping siapa pun yang ingat akan Daku.” Selanjutnya, agar diri dekat dengan Allah melalui zikir, maka saat berzikir diri harus hadir (hudhur). Kedua, makanan ruhani. Dalam Kimiyah al-Sa’adah, al-Ghazali menjelaskan bahwa, manusia terdiri dari sisi lahir dan batin. Sisi lahir memiliki kebutuhan, seperti makanan, minum, vitamin dan sebagainya. Jika tubuh lahir kita kekurangan makanan, ia akan sakit. Hal tersebut pun berlaku pada tubuh batin kita. Batin kita akan sakit secara ruhani bila tidak dipenuhi kebutuhannya. Makanan ruhani batin kita yang utama adalah: zikir. Dengan zikir, batin kita sehat!

Metode Zikir. Dalam tradisi Islam, ada dua metode (thariqah) zikir. Pertama, zikir lisan, berarti zikir yang disuarakan dengan lidah zahir. Zikir ini disebut juga zikir jahri (zikir terang-terangan). Kedua, zikir kalbu, berarti, zikir yang dilantunkan dalam hati. Zikir ini disebut juga zikir khafi (samar-samar, tersembunyi). Kedua metode zikir tersebut disinggung dalam al-Quran:

Berzikirlah kamu kepada Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (QS. al-A’raf [7]: 205)

Contoh zikir. Dalam satu riwayat sufi diceritakan: Sahl al- Tusari berkata kepada kepada muridnya. Usahankanlah menyebut sepanjang hari “Ya Allah, Ya Allah, Ya Allah”. Lakukanlah hari berikutnya, dan hari berikutnya lagi—sampai mengucapkan kata itu menjadi kebiasaan. Lalu ia disuruh mengulanginya pada malam hari juga, sampai menjadi begitu biasa sehingga sambil tidur pun diucapkan. Lalu ia berkata,”jangan diulang lagi, tetapi segenap inderamu pusatkan pada zikir pada Allah.” Ia dilakukan oleh sang murid, sampai ia tenggelam dalam pikiran tentang Allah. Pada suatu hari, waktu ia sedang ada di dalam rumah, sebatang kayu menjatuhinya sehingga kepalanya pecah. Titik darah yang jatuh ke bumi membentuk kata “Allah, Allah, Allah.”
Wa Allahu a’lam bi al-shawabi

(Prof M.Subhi)

HIDUPMU ADALAH BAYANGMU


Fana fatamorgana semua terasa ada & nyata.
Tuhan menciptakan alam ini dgn multi dimensi & keterikatan.
Maka peran dunia ini adalah mencukupi segala mahkluknya yang berada didalamnya kecuali kaum tamak.

Karena malas mengenal ‘Tuhan’nya, akan pasti lemah akan ketentuan yang hak, maka dengan itu mereka lupa akan kebenaran sebenarnya.

Manusia adalah mahkluk berakal, yang dapat digunakan sebagai penyelamat alam juga bisa membeda akan baik & buruk.

Kontra fungsi ciptaan Tuhan mereka gunakan sebagai pembenaran akan nafsu sesaatnya, hingga yang terkuat dan berkedudukan akan selalu menang serta pastinya selallu dibenarkan.

Esensi dalam sejarah itu memang akan selalu berputar dengan tokoh yang berbeda. Maka setiap peradaban takakan lekang dengan penindasan, baik itu dilakukan dengan jelas (fisik) maupun dengan bisikan (doktrinasi ideologi, konspirasi dan kepercayaan).

Kondisi terlemah manusia adalah saat dimana hilangnya penghargaan dan beban hidup yang semangkin menjerat. Hingga harga diri dan keyakinanpun dapat dikorbankan. Modernisasi dan Budaya seakan membentuk blok-blok indifidualis, dalam symbol-simbol kasta sebenarnya.

Mereka dibuat dalam buaian kesadaran illusi, maka dalam kesadarannya mereka menangis karena kosong.
Ilmu bersama Amal adalah perisai / alat untukmu dalam kebenaran atas bekal kehidupan sebenarnya.
Fatamorgana kini melatihmu dalam keimanan dalam menuju keyakinan, maka jika nafasmu berhenti kebenaran itu akan dipertontonkan.

Sang kuasa mencipta dalam kebesarannya, maka dunia adalah pilihan-pilihan perhiasannya dalam berbagai rupa.
“Maka akan datang masa Pemimpin Terakhir dimana ia akan menegakkan keadilan dan kebenaran, sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keserakahan (detik Akhir Dunia)”.
Pada masa itu mereka diberi kenikmatan dengan kenikmatan yang tidak pernah mereka dapatkan.
Allahualam bissawab..

“Mr.Q”

BAYANG HIDUP


 
Fana fatamorgana semua terasa ada dan nyata.
Tuhan menciptakan alam ini dgn multi dimensi dan keterikatan.
Maka peran dunia ini adalah mencukupi segala mahkluknya yang berada didalamnya kecuali kaum tamak.

Karena malas mengenal ‘Tuhan’nya, akan pasti lemah akan ketentuan yang hak, maka dengan itu mereka lupa akan kebenaran sebenarnya.

Manusia adalah mahkluk berakal, yang dapat digunakan sebagai penyelamat alam juga bisa membeda akan baik & buruk.

Kontra fungsi ciptaan Tuhan mereka gunakan sebagai pembenaran akan nafsu sesaatnya, hingga yang terkuat dan berkedudukan akan selalu menang serta pastinya selallu dibenarkan.

Esensi dalam sejarah itu memang akan selalu berputar dengan tokoh yang berbeda. Maka setiap peradaban takakan lekang dengan penindasan, baik itu dilakukan dengan jelas (fisik) maupun dengan bisikan (doktrinasi ideologi, konspirasi dan kepercayaan).

Kondisi terlemah manusia adalah saat dimana hilangnya penghargaan dan beban hidup yang semangkin menjerat. Hingga harga diri dan keyakinanpun dapat dikorbankan. Modernisasi dan Budaya seakan membentuk blok-blok indifidualis, dalam symbol-simbol kasta sebenarnya.

Mereka dibuat dalam buaian kesadaran illusi, maka dalam kesadarannya mereka menangis karena kosong.
Ilmu bersama Amal adalah perisai / alat untukmu dalam kebenaran atas bekal kehidupan sebenarnya.
Fatamorgana kini melatihmu dalam keimanan dalam menuju keyakinan, maka jika nafasmu berhenti kebenaran itu akan dipertontonkan.

Sang kuasa mencipta dalam kebesarannya, maka dunia adalah pilihan-pilihan perhiasannya dalam berbagai rupa.
“Maka akan datang masa Pemimpin Terakhir dimana ia akan menegakkan keadilan dan kebenaran, sebagaimana (sebelumnya) telah dipenuhi dengan kedzaliman dan keserakahan (detik Akhir Dunia)”.
Pada masa itu mereka diberi kenikmatan dengan kenikmatan yang tidak pernah mereka dapatkan.
Allahualam bissawab..

“Mr.Q”